1. sensitif sama diksi/ pemilihan kata dalam kalimat. contohnya Laskar Pelangi tuh, kata2nya bagus banget dan orisinil. jangan ikut2an kalimat cliche "Tiba-tiba ia terbangun oleh suara telepon genggam" ganti dengan "Mata yang terpejam lelah itu terbuka cepat, bereaksi terhadap suara nyaring telepon genggam. intinya: ciptain kalimat sendiri.
2. "Show don't tell" atau tunjukin dengan aksi, jangan dibilang aja. contohnya agan mau mendeskripsikan seorang murid pintar di sekolah. jangan tulis "Adi memang dikenal sebagai murid yang pintar dan rajin di sekolahnya". harus show dengan aksi "waktu ujian masih tersisa tiga puluh menit lagi dan Adi sudah berjalan ke meja guru dengan kertas ujian penuh dengan jawaban. Hal yang lumrah terjadi tiap kali ujian dan mereka semua sudah bisa menebak siapa yang akan memperoleh nilai tertinggi di kelas"
3. Buat karakter yang believeble. ada alasan2 kenapa si karakter bisa punya sifat begini dan ciri begitu. misalnya ada cowok sangat pintar di kelas. kenapa? apakah dia mendapat wangsit? ooh ternyata karena dia rajin belajar tiap malam. misalnya ada cewek yang super duper baik hati dan shaleh padahal tinggal di lingkungan brengsek. ini ga masuk akal, tapi kalau ditambah karena si cewek pernah dimasukin pesantren atau diasuh sama neneknya yang baik hati makanya ikutin sifat neneknya, baru masuk akal.
4.jangan paksain pembaca harus ikutin maunya kamu tapi biarkan mereka menilai sendiri. apa ini maksudnya? agan jangan paksa pembaca untuk suka atau benci sama sebuah karakter, biarkan pembaca yang putusin.
contohnya pas baca karya fenomenal ketika cinta bertasbih. terasa banget klo ane disuruh untuk suka anna althafunisa yang shalehah dan benci furqon yang bermewah-mewahan. tapi yang ada malah ane kasihan sama furqon dan ilang respek sama anna. why? furqon dijebak oleh oknum penyebar HIV, anna minta cerai sambil marah2 and bener2 ga mau tau posisi furqon. pada akhirnya furqon ternyata ga kena hiv tapi ditipu dan kirim email minta balik sama anna. anna bukanya bilang "alhamdulillah ternyata kamu sehat tidak kena hiv tapi maaf saya sudah nikah" dia cuma bilang "maaf sudah tidak mungkin kita rujuk, aku sudah punya suami!"
ehemm hallo....kita lagi ngomongin sakit hiv yang mengancan nyawa kan, bukan tipes? ane malah pengen bilang ke penulis "saya tahu azam sang pemeran utama yang diutamakan, tapi kan kasihan si furqon.
kritik emang gampang ane belum tentu bisa nulis sehebat habiburahman El syirazi, mohon maaf ya
segitu aja tambahan dari ane, moga bermanfaat. ayo majukan dunia penulisan indonesia...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar